• kepegawaian@undana.ac.id
  • (0380) 881580
News Photo

Rektor Undana Hadiri Taklimat Presiden Perguruan Tinggi Jadi The Brain of the Country bagi Bangsa

JAKARTA – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menghadiri Taklimat Presiden Prabowo Subianto bersama 1.200 undangan yang terdiri dari para rektor dan guru besar se-Indonesia di Istana Negara. Pertemuan strategis ini membahas arah kebijakan pendidikan tinggi nasional serta peran krusial kaum intelektual dalam menghadapi tantangan global dan domestik.

Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo memaparkan pandangan dan keyakinannya mengenai kondisi dunia secara global serta posisi strategis Indonesia saat ini. Presiden menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak inovasi untuk menjawab berbagai fakta dan data pembangunan yang ada.

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta para pimpinan universitas, guru besar, dosen, hingga mahasiswa untuk memberikan tanggapan konkret atas data-data yang dipaparkan.

“Intinya, beliau ingin kita mendengar apa yang menjadi pandangan dan keyakinan beliau tentang kondisi negara saat ini. Ada beberapa data yang disampaikan dan diminta untuk kita di universitas memikirkan serta memberikan solusi atas fakta tersebut,” ujar Prof. Jefri saat diwawancarai usai kegiatan.

Kegiatan ini turut didampingi oleh sejumlah menteri kabinet, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), serta Kepala Badan Pelaksana Danantara Indonesia dan Direktur LPDP.

Komitmen Undana Terhadap Visi Presiden

Rektor Undana hadir didampingi oleh Dekan Fakultas Hukum, Dr. Simplexius Asa, SH., MH., Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes., dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Drs. William Djani, M.Si. Kehadiran para pimpinan Undana, mengisyaratkan kesiapan civitas akademika dalam menyelaraskan program-program akademik dengan arahan Presiden, terutama yang berkaitan dengan hilirisasi riset dan pemberdayaan masyarakat. Prof. Jefri juga menambahkan bahwa kaum intelektual tidak boleh hanya berdiam di menara gading, tetapi harus turun tangan menyelesaikan persoalan nyata.

Dalam wawancara on-line bersama Humas Undana, Prof. Jefri menekankan bahwa komitmen Undana lima tahun ke depan akan difokuskan pada penguatan peran akademisi sebagai problem solver. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden yang menginginkan perguruan tinggi tidak hanya sekadar institusi pendidikan, melainkan menjadi pusat pemikiran strategis yang mampu memberikan masukan berbasis data terhadap kebijakan nasional.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa visi misi beliau sebagai pimpinan universitas dirancang untuk memastikan bahwa setiap elemen di Undana, mulai dari pimpinan hingga mahasiswa, memiliki tanggung jawab moral untuk merespons dinamika negara. Keselarasan visi ini bertujuan agar output riset dan inovasi dari Undana dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Implementasi di Lingkungan Undana

Sebagai tindak lanjut, Undana akan mengolah poin-poin strategis dari Taklimat Presiden ini ke dalam kebijakan fakultas dan program studi. Hal ini mencakup penguatan literasi internasional, penggunaan teknologi yang efektif, serta memastikan setiap riset yang dilakukan dosen dan mahasiswa memiliki dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Implementasi ini akan diwujudkan melalui akselerasi program-program strategis yang menitikberatkan pada kemanfaatan nyata di tengah masyarakat. Rektor menginstruksikan agar seluruh civitas akademika mulai memetakan potensi riset yang selaras dengan tantangan yang dipaparkan oleh Presiden, sehingga kampus benar-benar hadir sebagai jembatan antara teori akademik dan kebutuhan praktis pembangunan.

Penegasan Rektor mengenai “the brain of the country” juga akan menjadi fondasi dalam pengembangan karakter mahasiswa. Selama masa kepemimpinan beliau, Undana akan terus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang responsif dan solutif, di mana para lulusan diharapkan memiliki kepekaan tinggi terhadap isu-isu krusial bangsa dan mampu menjadi garda terdepan dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat luas.

“Kita sebagai kaum intelektual harus betul-betul menjadi “harapan berjalan” bagi masyarakat. Itu poin intinya. Karena kita yang paling diharapkan oleh masyarakat untuk membawa perubahan dan solusi,” tegas Prof. Jefri menutup sesi wawancara. (Ing)

Share This News

” Pendidikan Tinggi Bermutu, Relevan dan Berdaya Saing “


Tujuan kami adalah menjadikan Undana sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global dengan cara mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, relevan dan berdaya saing, lalu menjadi universitas riset dalam bidang lahan kering kepulauan, serta mewujudkan pengabdian pada masyarakat yang berorientasi kesejahteraan masyarakat.

Undana

Unggul